![]() |
| Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjawab pertanyaan dari awak media. |
BEKASI SELATAN - Perintah Kota Bekasi menyatakan tetap konsisten melanjutkan penertiban terhadap pelanggaran aturan, meski sempat dihadang ancaman senjata tajam dalam operasi kebersihan dan penataan kawasan. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan insiden tersebut tidak akan menghentikan komitmen pemerintah menegakkan hukum.
Tri menjelaskan,
sebelum operasi dilaksanakan, pihaknya telah memberikan sosialisasi dan
menginstruksikan pendekatan yang persuasif kepada petugas. Namun, menurutnya,
negara tidak boleh terus-menerus berdiam diri membiarkan aturan dilanggar.
"Negara
tidak boleh terus kalah oleh pelanggaran yang dibiarkan," tegas Tri, Sabtu
(8/2/2026).
Kehadirannya
langsung memantau operasi disebutnya sebagai wujud tanggung jawab untuk
memastikan aturan dijalankan, sekaligus melaksanakan instruksi presiden terkait
penataan kawasan, kebersihan, dan reklame tidak berizin.
Menanggapi
ancaman senjata tajam yang muncul, Tri menyatakan dirinya justru lebih
mengkhawatirkan dampak jangka panjang jika pelanggaran terus-menerus dibiarkan.
Menurutnya, pembiaran akan mengikis kesadaran hukum dan menumbuhkan pemahaman
keliru bahwa pelanggaran adalah hal yang wajar.
"Yang saya
khawatirkan adalah jika pelanggaran terus dibiarkan, lama-lama dianggap biasa.
Dari situ muncul pembiaran, dan akhirnya muncul anggapan bahwa pelanggar adalah
pihak yang benar," jelasnya.
Tri menduga,
ketegangan dan reaksi keras yang muncul selama penertiban merupakan akibat
akumulasi dari ketidakkonsistenan penegakan aturan selama bertahun-tahun
sebelumnya.
"Ekspresi
kemarahan warga ini adalah dampak dari pembiaran pelanggaran yang terlalu lama.
Sekarang kita mulai menertibkan secara konsisten, meski risikonya ada,"
pungkas Wali Kota. (jaw)
.png)


