![]() |
| Kunjungan DRPD Kota Cimahi ke DPRD Kota Bekasi. |
Sekretaris DPRD Kota Bekasi, Lia Erlina, yang ditemui seusai acara, menjelaskan bahwa kunjungan ini difokuskan pada sharing kondisi keuangan masing-masing daerah. “Substansi pokok pembahasan, kami sharing tentang bagaimana kondisi keuangan dari masing-masing daerah yang saat ini trennya tentunya sama,” ujar Lia.
Ia menambahkan, kondisi tersebut menuntut baik legislatif maupun eksekutif untuk menyusun strategi yang tepat. “Ini tentu mengharuskan pemerintah dalam hal ini legislatif maupun eksekutif memiliki strategi-strategi sehingga kita melaksanakan tugas dan tanggung jawab berdasarkan prioritas,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Kota Cimahi, Budi Raharja, yang turut serta dalam rombongan, memaparkan tujuan kunjungan. “DPRD Kota Cimahi ingin mengetahui seperti apa upaya-upaya dari DPRD Kota Bekasi terkait dengan efisiensi anggaran di tahun 2026,” kata Budi.
Budi mengungkapkan perbedaan kapasitas fiskal antara kedua daerah. “Kalau Kota Bekasi PAD-nya luar biasa tinggi. Kota Cimahi hanya sekitar enam ratusan miliar, dengan total APBD sekitar Rp1,4 triliun dan mengalami penurunan sekitar Rp3 miliar dibanding tahun lalu,” urainya.
Ia juga menyebutkan bahwa DPRD Kota Cimahi sendiri telah menjalankan kebijakan efisiensi. “Anggaran DPRD Kota Cimahi juga mengalami penurunan cukup signifikan. Pada tahun sebelumnya anggaran DPRD mencapai Rp111 miliar, namun pada tahun ini turun menjadi Rp92 miliar atau berkurang Rp19 miliar. Artinya DPRD Kota Cimahi juga ikut dalam kebijakan efisiensi anggaran dengan penurunan yang cukup besar,” jelas Budi.
Selain anggaran, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk mempelajari mekanisme kerja DPRD Kota Bekasi. “Kami ingin memperoleh gambaran umum terkait mekanisme kerja DPRD, baik dalam fungsi legislasi, anggaran, maupun pengawasan,” tutur Budi.
Menurutnya, meski secara mekanisme relatif sama, perbedaan lebih terlihat pada konten pembahasan di masing-masing daerah. “Secara umum sama, yang membedakan hanya pada kontennya, seperti pembahasan Raperda dan mekanisme pokok-pokok pikiran,” pungkas Budi. (Jaw)
.png)


