tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Jasa Marga Pamerkan Wajah Baru Rest Area dan Pusat Kendali Digital Jatiasih

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono,  mendampingi Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria.
JATIASIH – Langkah transformasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk di sektor layanan jalan tol kembali mendapat sorotan. Pada Selasa (21/07/2026), Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, secara langsung mendampingi Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, dalam kunjungan kerja ke sejumlah titik strategis. Rangkaian tinjauan dimulai dari Travoy Rest KM 88A dan KM 88B di Jalan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang), Jawa Barat, sebelum melanjutkan perjalanan ke Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang berlokasi di Jatiasih, Bekasi. Kunjungan ini bertujuan untuk menyaksikan secara langsung implementasi transformasi digital yang tengah digalakkan oleh perusahaan pelat merah tersebut.

Dalam agenda tersebut, rombongan juga diiringi oleh jajaran pimpinan puncak Jasa Marga, meliputi Wakil Direktur Utama Andry Tanudjaja, Direktur Pengembangan Usaha Ari Respati, Direktur Bisnis Reza Febriano, Direktur Operasi Fitri Wiyanti, serta Direktur Layanan Yaya Ruhiya. Tak ketinggalan, Corporate Secretary & Chief Administration Officer Jasa Marga Trias Andriyanto beserta para Group Head dan jajaran direksi dari anak-anak perusahaan Jasa Marga Group turut hadir mendampingi.

Pada kesempatan tersebut, Rivan A. Purwantono memaparkan berbagai terobosan strategis yang telah dijalankan perseroan. Ia menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada peremajaan kawasan istirahat, tetapi juga penguatan peran JMTC sebagai pusat komando operasional berbasis teknologi. Kehadiran Travoy Rest dengan konsep destination hub area menjadi langkah nyata Jasa Marga dalam meningkatkan pengalaman pengguna jalan. "Kami ingin rest area tidak lagi hanya tempat singgah, tetapi menjadi destinasi yang memberikan kesan mendalam dan kenyamanan lebih bagi para pelancong," ungkap Rivan.

Sejumlah peningkatan layanan di Travoy Rest KM 88A dan 88B Jalan Tol Cipularang pun mulai terlihat. Mulai dari revitalisasi dan penambahan unit toilet, penyediaan fasilitas publik yang lebih komprehensif, pengembangan ruang terbuka hijau yang ramah lingkungan, hingga penambahan titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Selain itu, pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal juga digencarkan sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar wilayah tol.

"Fokus utama transformasi di KM 88A adalah pembenahan fasilitas esensial rest area. Kami menjadikan lokasi ini sebagai percontohan showcase bagi pengembangan rest area ke depan. Kami lakukan perluasan kawasan, merelokasi dan merevitalisasi toilet agar lebih aksesibel dan nyaman, menambah ruang hijau, serta mengoptimalkan sirkulasi kendaraan dan kapasitas parkir. Harapan kami, Travoy Rest KM 88A bisa menjadi standar baru yang mampu memenuhi kebutuhan pengguna jalan secara maksimal," tambah Rivan.

Sementara itu, transformasi di Travoy Rest KM 88B lebih dikonsentrasikan pada peningkatan kualitas dan peran UMKM lokal. Beragam kuliner khas Nusantara disajikan untuk memperkaya pilihan pengguna jalan. Di sisi lain, Jasa Marga juga menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu yang mengusung konsep showcase waste management. Sistem ini mencakup pemilahan dari sumber, pengumpulan, pemrosesan, hingga daur ulang sampah menjadi pupuk organik, yang selaras dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Dalam ranah digital, Jasa Marga terus mengoptimalkan JMTC yang dijuluki sebagai The Eye of Toll Road. Pusat kendali ini beroperasi 24 jam penuh untuk memonitor seluruh jaringan tol milik Jasa Marga secara real-time. Didukung oleh lebih dari 3.500 kamera CCTV, Traffic Counting System, Variable Message Sign (VMS), Speed Camera, Weigh in Motion (WIM), radar lalu lintas, kecerdasan buatan (AI), serta analisis big data, JMTC mampu melacak pergerakan sekitar 3,5 juta kendaraan setiap harinya. Sistem ini juga mempercepat koordinasi dalam penanganan darurat, rekayasa lalu lintas, dan penyebaran informasi akurat kepada publik.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menekankan amanat utama Presiden Republik Indonesia agar pelayanan BUMN kepada masyarakat terus mengalami peningkatan. Ia menyoroti pentingnya optimalisasi teknologi guna memastikan pemantauan menyeluruh di seluruh ruas tol serta akselerasi respons terhadap setiap insiden di lapangan.

"Teknologi harus mampu memberikan informasi perjalanan yang presisi agar masyarakat dapat mengantisipasi kondisi lalu lintas dan memperkirakan durasi perjalanan. Selain itu, peningkatan kualitas rest area merupakan bagian integral dari layanan tol. Pengguna jalan berhak mendapatkan fasilitas istirahat yang aman, nyaman, dan pelayanan yang prima," tegas Dony.

Lebih lanjut, Dony menilai bahwa langkah transformasi yang diambil Jasa Marga sejalan dengan misi Danantara Indonesia dalam menciptakan value creation berbasis keunggulan layanan (service excellence). Ia memberikan apresiasi atas perbaikan layanan Jasa Marga yang tidak hanya terpaku pada aspek operasional, tetapi juga berorientasi pada kemudahan, kenyamanan, dan nilai tambah bagi masyarakat luas.

"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh direksi dan karyawan Jasa Marga. Selama satu tahun terakhir, kita menyaksikan transformasi yang luar biasa dan berjalan dengan cukup baik. Pada prinsipnya, pemerintah ingin kualitas layanan publik meningkat, sehingga masyarakat bisa merasakan secara signifikan peningkatan layanan jalan tol. Tetap jaga semangat dalam memberikan yang terbaik untuk seluruh rakyat Indonesia," pungkas Dony. (arf)