![]() |
| Foto bersama kegiatan KKN Mahasiswa Unsika di Desa Sukakarya, Kabupaten Bekasi. |
Berlangsung selama 35 hari hingga 31 Juli 2026,
program-program yang diinisiasi oleh mahasiswa bimbingan ini tak hanya berfokus
pada satu bidang, melainkan merambah ke sektor lingkungan, pendidikan, tata
kelola pemerintahan, mitigasi bencana, literasi digital, kesehatan, hingga
kegiatan sosial kemasyarakatan.
Ketua tim KKN Unsika Desa Sukalaksana, Muhammad Irsyad, menjelaskan
bahwa pelaksanaan program ini melibatkan 12 personel dengan komposisi enam
mahasiswa laki-laki dan enam mahasiswa perempuan.
"Kami membawa 12 pasukan selama 35 hari KKN. Sejumlah
program kerja telah kami susun dengan harapan mampu memberikan manfaat nyata
dan dampak positif bagi warga Desa Sukalaksana," ujar Irsyad saat ditemui
di lokasi, Rabu (22/7/2026).
Salah satu gebrakan awal yang dilakukan adalah pemasangan
plang dusun, RT, RW, serta penunjuk arah gang di berbagai sudut desa.
Keberadaan papan penanda ini diharapkan memudahkan baik warga lokal maupun
pendatang dalam mengenali wilayah dan mengakses lokasi-lokasi tertentu tanpa
kesulitan.
Di sektor lingkungan, mahasiswa tak sekadar teori. Mereka
merealisasikan pembuatan lubang resapan biopori di setiap dusun. Program ini
diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat agar memahami fungsi biopori
sebagai solusi pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan.
"Lubang biopori kami isi dengan sampah organik yang
nantinya dapat terurai menjadi pupuk kompos. Hasilnya bisa dimanfaatkan warga
untuk kebutuhan berkebun dan menanam. Kami pasang satu titik di setiap
dusun," terang Irsyad.
Bidang pendidikan pun tak luput dari sentuhan mahasiswa KKN.
Melalui program Smart Teaching, mereka menggelar pelatihan bagi para guru dari
empat sekolah dasar di Desa Sukalaksana. Pelatihan ini bertujuan mendorong para
pendidik mengembangkan metode pembelajaran interaktif yang tak membosankan
dengan memanfaatkan teknologi, terutama penggunaan smart TV dalam proses
belajar-mengajar.
"Kami memberikan pelatihan kepada guru-guru agar metode
pembelajaran tidak monoton. Fokus utamanya adalah memaksimalkan smart TV
sebagai sarana penunjang pembelajaran di sekolah dasar," tambahnya.
Menjawab tantangan era digital, mahasiswa juga turut
membantu Pemerintah Desa Sukalaksana dalam mengelola dan mengembangkan website
desa. Tak sekadar mengaktifkan kembali, mereka juga menambahkan sejumlah fitur
baru yang nantinya akan dikelola oleh perangkat desa setempat.
"Kami membuka kembali akses website dan menambahkan
beberapa fitur agar lebih fungsional. Ke depan, website ini akan dikelola
langsung oleh perangkat desa," jelas Irsyad.
Kesiapsiagaan menghadapi bencana juga menjadi perhatian.
Mahasiswa menggelar sosialisasi kebencanaan yang menyampaikan langkah-langkah mitigasi
saat terjadi gempa bumi dan banjir. Edukasi ini menyasar masyarakat umum maupun
siswa-siswi di lingkungan desa.
"Kami memberikan pemahaman tentang apa yang harus
dilakukan jika terjadi gempa atau banjir, misalnya saat kegiatan belajar
mengajar berlangsung. Masyarakat dan siswa harus tahu tindakan yang
tepat," ungkapnya.
Di sisi lain, maraknya ancaman dunia digital mendorong
mahasiswa mengadakan sosialisasi Cerdas Digital. Kegiatan ini mengedukasi warga
tentang bahaya judi online, pinjaman online ilegal, serta berbagai risiko
negatif lainnya di ruang digital agar masyarakat lebih waspada dan bijak dalam
menggunakan teknologi.
Tak ketinggalan, bidang kesehatan dan sosial kemasyarakatan
juga digarap serius. Mahasiswa mengadakan program Senam Sehat dan sosialisasi
kesehatan melalui kegiatan bertajuk Sehati. Sementara itu, program Ceria hadir
untuk anak-anak sekitar dengan kegiatan mengaji serta pembelajaran dasar
menulis dan berhitung.
"Rangkaian program ini adalah bentuk kontribusi nyata
mahasiswa KKN Unsika dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku
kuliah, sekaligus bersinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat," tutur
Irsyad.
Irsyad berharap, seluruh program yang telah dijalankan tak
berhenti usai masa KKN usai. Ia optimistis manfaat yang dirasakan masyarakat
dapat terus berlanjut secara mandiri.
"Kami berharap program ini bisa berkelanjutan. Meskipun
masa KKN kami selesai, masyarakat tetap bisa melanjutkan inisiatif yang sudah
kami mulai bersama," pungkasnya.
Dengan total 11 program andalan yang aplikatif dan menyentuh
berbagai lapisan masyarakat, kehadiran mahasiswa KKN Unsika di Desa Sukalaksana
membuktikan bahwa sinergi antara akademisi, pemerintah desa, dan warga mampu
menghadirkan perubahan positif yang terukur dan berkesinambungan. (jaw)
.png)

