![]() |
| Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja menghadiri dialog publik bersama GMNI. |
Pernyataan itu disampaikan Asep dalam acara Dialog Publik
yang diselenggarakan oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten
Bekasi, bertempat di Aula KH Noer Alie, Gedung Bupati Bekasi Lantai 4, Cikarang
Pusat, pada Minggu (6/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Asep menyebut tema “Gen Z Melek
Politik: Merawat Demokrasi Membangun Negeri” sangat cocok dengan tantangan yang
dihadapi generasi muda saat ini. Ia menekankan bahwa literasi politik tidak
cukup hanya sebatas mengenal proses pemilu, melainkan juga harus diiringi
dengan perhatian terhadap berbagai kebijakan publik yang berdampak pada
masyarakat.
"Melek politik bagi Gen Z bukan hanya soal tahu calon
yang dipilih saat pemilu, tetapi juga memahami hakikat demokrasi, bersikap
kritis terhadap kebijakan, ikut serta dalam partisipasi yang membangun, serta
menolak praktik politik uang dan perpecahan akibat polarisasi," tegas
Asep.
Ia juga menyoroti peran penting generasi muda sebagai salah
satu pilar utama dalam menentukan masa depan demokrasi dan arah pembangunan
bangsa. Oleh karena itu, menurutnya, ruang diskusi yang sehat sangat diperlukan
agar mahasiswa dan pemuda dapat menyampaikan ide-ide sekaligus memperkaya
wawasan kebangsaan.
"Melalui forum dialog publik ini, saya berharap para
mahasiswa dan generasi muda dapat bertukar pemikiran secara positif, menambah
cakrawala kebangsaan, dan melahirkan gagasan-gagasan baru yang solutif demi
kemajuan Kabupaten Bekasi yang kita cintai," ujarnya.
Lebih lanjut, Asep memberikan apresiasi kepada GMNI
Kabupaten Bekasi yang telah memfasilitasi ruang dialog bagi pemuda. Ia menilai
sinergi antara pemerintah, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan sangat
strategis dalam memperkuat pembangunan yang bersifat partisipatif.
"Pemerintah Kabupaten Bekasi selalu terbuka terhadap
masukan dan siap berkolaborasi dengan kaum muda dalam mengawal setiap proses
pembangunan daerah," pungkasnya.
Asep berharap kegiatan dialog semacam ini tidak hanya
berhenti sebagai ajang tukar pendapat, melainkan mampu melahirkan hasil nyata
yang bermanfaat bagi masyarakat dan kemajuan Kabupaten Bekasi ke depan. (jaw)
.png)

