tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Dorong Serapan Tenaga Kerja Lokal, DPRD Minta Klausul PSEL di Bantargebang Diperjelas

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Wildan Fathurrahman.
BANTARGEBANG – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Wildan Fathurrahman, mendesak adanya kepastian hukum terkait prioritas tenaga kerja lokal dalam pelaksanaan Proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Bantargebang. Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan setempat, ia berkomitmen mengawal penuh hak-hak warga sekitar proyek.

Menurut Wildan, proyek strategis tersebut memiliki dampak langsung terhadap masyarakat di lingkungan sekitar. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa komitmen untuk mengutamakan tenaga kerja lokal harus tercantum secara eksplisit dalam dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kota Bekasi dan pihak investor.

"Proyek ini berdampak langsung pada warga, maka komitmen memprioritaskan tenaga kerja lokal tidak boleh sekadar wacana. Harus ada pasal yang mengatur secara tegas dalam perjanjian kerja sama," ujar Wildan saat dikonfirmasi, Minggu (5/3/2026).

Ia menambahkan bahwa keterlibatan aktif warga lokal dalam proyek PSEL diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata. Selain meningkatkan taraf hidup masyarakat, langkah ini dinilai efektif untuk menekan angka pengangguran di kawasan penyangga ibu kota tersebut.

"Kami ingin warga Bantargebang benar-benar merasakan kehadiran proyek ini. Jangan sampai mereka hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri," tegasnya.

Lebih jauh, politisi PKB tersebut juga menyoroti pentingnya transparansi dan keadilan dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Ia meminta agar tidak ada praktik diskriminatif yang justru merugikan pencari kerja lokal.

"Prosesnya harus fair. Warga lokal harus diberi akses dan kesempatan yang sama tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun," imbuhnya.

Wildan berharap proyek PSEL tidak hanya berhasil dari sisi infrastruktur, tetapi juga menjadi model pembangunan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat. "Jika komitmen ini dijalankan dengan baik, proyek ini bisa menjadi contoh bagaimana pembangunan bisa sejalan dengan pemberdayaan masyarakat lokal," tutupnya. (Ads)