![]() |
| Perayaan Cap Go Meh 2577 Kongzili di Kota Bekasi. |
Masyarakat tumpah
ruah memadati ruas jalan di kawasan Bekasi Timur sejak siang hari. Pertunjukan
barongsai dan liong yang lincah, atraksi tatung, hingga parade kostum khas
Tionghoa berpadu apik dengan penampilan seni budaya nusantara, menciptakan
harmoni dalam keberagaman.
Ketua Yayasan
Pancaran Tridharma, Ronny Hermawan, menyampaikan bahwa gelaran tahunan ini
memiliki makna lebih dalam dari sekadar tradisi.
"Perayaan
ini merupakan wujud syukur dan kebersamaan. Kami ingin menjadikannya sebagai
ajang silaturahmi seluruh elemen masyarakat tanpa memandang perbedaan. Bekasi
adalah rumah kita bersama," tuturnya dalam sambutan.
Pihaknya mengaku
sengaja melibatkan lebih banyak komunitas budaya serta pelaku UMKM lokal pada
penyelenggaraan tahun ini. Antusiasme masyarakat disebut menjadi kunci utama
kelancaran acara.
"Kami
mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, aparat keamanan, dan para
relawan. Kolaborasi inilah yang membuat acara sebesar ini dapat berjalan tertib
dan kondusif," imbuh Ronny.
Momen spesial
tahun ini adalah kehadiran langsung Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, bersama
jajaran perangkat daerah dan perwakilan DPR RI. Kehadiran para pejabat tersebut
menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap pelestarian budaya dan kerukunan
umat beragama di kota ini.
Tri Adhianto
terlihat menyusuri rute pawai sambil menyapa warga dan menikmati atraksi
barongsai berdampingan dengan Ronny Hermawan. Dalam kesempatan itu, orang nomor
satu di Bekasi tersebut memberikan apresiasi atas konsistensi yayasan dalam
menyelenggarakan acara yang inklusif.
"Kegiatan
ini membuktikan bahwa tradisi dapat menjadi jembatan pemersatu. Semangat
kebersamaan yang ditampilkan sangat luar biasa," ujarnya.
Perayaan Cap Go
Meh di Vihara Hok Lay Kiong memang telah lama menjadi ikon wisata budaya
andalan Bekasi. Tidak hanya warga lokal, pengunjung dari berbagai daerah pun
tak ingin ketinggalan menyaksikan kemeriahannya.
Tahun ini, pawai
budaya tidak hanya menandai penutup rangkaian perayaan Imlek, tetapi juga
menjadi panggung persatuan yang memperkuat identitas Bekasi sebagai kota yang
majemuk dan harmonis. (jaw)
.png)
