tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Pemerintah Kabupaten Bekasi Gencar Bangun Fondasi Olahraga Pelajar Lewat POPDA 2026

Atlet cabang olahraga squash Kabupaten Bekasi sedang berlatih.
CIKARANG PUSAT — Pemerintah Kabupaten Bekasi kian memantapkan langkah dalam membina olahraga di kalangan pelajar sebagai investasi jangka panjang untuk melahirkan atlet-andalan yang mampu unjuk gigi di kancah regional maupun nasional.


‎Komitmen ini terealisasi melalui gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Bekasi 2026 yang hadir dengan semangat lebih kompetitif dan inklusif, mempertandingkan 13 cabang olahraga (Cabor).

‎Event yang menyedot partisipasi seluruh kecamatan se-Kabupaten Bekasi ini bukan cuma ajang adu kemampuan antar pelajar, tetapi juga dirancang sebagai sistem pembinaan bertahap demi menyiapkan atlet untuk menghadapi Popwilda Jawa Barat sekaligus merawat tradisi kejayaan olahraga daerah.

‎Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha menegaskan, POPDA memegang peranan krusial dalam membangun ekosistem olahraga pelajar yang berkelanjutan di wilayahnya.

‎"POPDA bukan semata pertandingan, melainkan ruang pembinaan atlet usia dini yang sangat strategis. Dari sinilah kita mempersiapkan generasi atlet putra daerah untuk menghadapi kejuaraan yang lebih tinggi, termasuk Popwilda," ujar Iman saat ditemui di gedung Squash Wibawamukti, Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Sabtu (23/5/2026).

‎Menurutnya, jumlah peserta POPDA tahun ini mengalami lonjakan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Seluruh kecamatan turut ambil bagian dalam berbagai cabor yang dipertandingkan, mulai dari atletik, bola basket, renang, voli indoor, bulu tangkis, pencak silat, sepak bola, judo, karate, sepak takraw, squash, kempo, hingga panahan.

‎"Alhamdulillah semua cabang olahraga terisi peserta. Ini menunjukkan kesadaran dan semangat pembinaan olahraga pelajar di tingkat kecamatan semakin baik," katanya.

‎Salah satu sorotan utama dalam POPDA tahun ini adalah kehadiran cabang olahraga squash sebagai cabor baru yang mulai diperkenalkan kepada para pelajar. Langkah ini dinilai sebagai gebrakan progresif Kabupaten Bekasi dalam membuka akses pembinaan olahraga modern yang selama ini belum banyak dikenal masyarakat.

‎Squash sendiri merupakan olahraga berkelas internasional yang telah dipertandingkan di berbagai event besar dunia. Namun, keterbatasan fasilitas membuat olahraga tersebut belum menjamur di daerah.

‎"Sejak fasilitas squash bisa digunakan, kami langsung mencoba memperkenalkannya kepada pelajar. Kami ingin anak-anak Kabupaten Bekasi punya kesempatan mengenal lebih banyak cabang olahraga modern," jelasnya.

‎Untuk mendukung pengenalan cabor anyar tersebut, Disbudpora Kabupaten Bekasi menggelar sosialisasi dan pelatihan intensif selama satu bulan sebelum pertandingan berlangsung. Pelajar dari berbagai kecamatan diberikan pendampingan rutin agar mampu memahami dasar-dasar permainan squash.

‎"Alhamdulillah respons pelajar sangat luar biasa. Mereka antusias mengikuti latihan dan pertandingan. Ini menjadi awal yang baik untuk pembinaan atlet squash di Kabupaten Bekasi," ungkapnya.

‎Ke depan, kata dia, cabor squash dapat berkembang lebih luas hingga masuk ke dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah sebagai bagian dari penguatan budaya olahraga pelajar.

‎Selain squash, sejumlah pertandingan juga telah lebih dulu digelar sebelum pembukaan resmi POPDA, seperti basket, panahan, dan beberapa cabor lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk menyesuaikan penggunaan venue yang dipakai bersama antarcabang olahraga.

‎Di tengah tingginya antusiasme peserta, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga menjadikan POPDA sebagai ajang perburuan bakat (talent scouting) untuk mempersiapkan atlet menuju Popwilda Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang.

‎Kabupaten Bekasi sendiri sebelumnya sukses menorehkan prestasi sebagai juara pada ajang Popwilda. Capaian tersebut diharapkan dapat kembali dipertahankan melalui proses pembinaan atlet yang lebih matang sejak tingkat pelajar.

‎"Kami optimistis dari POPDA ini akan lahir atlet-atlet potensial yang mampu membawa nama Kabupaten Bekasi tetap berprestasi di tingkat Jawa Barat. Pembinaan harus dimulai sejak usia pelajar agar regenerasi atlet berjalan berkelanjutan," ujarnya. (jaw)