tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Plt Bupati Bekasi Lepas 451 Jemaah Haji dengan Tema Ramah Lansia dan Disabilitas

Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, saat melepas keberangkatan haji kloter 26, Minggu (10/5/2026).
CIKARANG PUSAT – Suasana haru menyelimuti Gedung Wibawamukti pada Minggu (10/5/2026), saat ratusan calon jemaah haji asal Kabupaten Bekasi dari kelompok terbang (kloter) 26 resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci. Doa dan harapan mengiringi langkah mereka meninggalkan tanah air.

Namun, di balik seremoni pelepasan yang mengharukan itu, terdapat pesan penting yang melekat pada keberangkatan tahun ini: ibadah haji hendaknya menjadi perjalanan yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh kalangan. Semangat ini selaras dengan tema penyelenggaraan haji 2026, yakni “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan”. Tema tersebut bukanlah sekadar slogan, melainkan wujud komitmen pelayanan agar seluruh jemaah, khususnya kelompok rentan, mampu menjalankan ibadah dengan tenang dan bermartabat.

Sebanyak 441 jemaah haji Kabupaten Bekasi yang tergabung dalam Kloter 26 diberangkatkan secara resmi. Mereka didampingi oleh empat petugas utama yang terdiri atas ketua kloter, dua pembimbing ibadah, seorang dokter, dan satu tenaga kesehatan. Dengan demikian, total rombongan yang berangkat mencapai 445 orang.

Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, dalam sambutan pelepasan menegaskan bahwa ibadah haji bukanlah sekadar perjalanan biasa, melainkan perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang matang. “Ini adalah perjalanan spiritual. Kesehatan menjadi hal yang paling utama dalam menjalankan ibadah haji,” ujarnya.

Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, Asep juga mengingatkan para jemaah agar senantiasa menjaga kondisi tubuh selama beribadah di Arab Saudi. Hal ini terutama penting bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu seperti hipertensi, diabetes, maupun asam urat. Ia meminta tim kesehatan untuk melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi jemaah agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani secara optimal.

“Saya berharap seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi yang berangkat haji dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk, menjaga stamina tetap kuat, dan mencukupi waktu istirahat,” tuturnya.

Menurut Asep, perhatian khusus terhadap jemaah lansia, penyandang disabilitas, serta perempuan merupakan bentuk penghormatan kepada para tamu Allah yang telah menanti bertahun-tahun untuk menunaikan ibadah haji. Oleh karena itu, pengelompokan jemaah berdasarkan usia dan kondisi kesehatan dinilai penting agar pelayanan serta pengawasan dapat dilakukan secara lebih maksimal.

Dalam kesempatan yang sama, Asep juga menitipkan doa bagi kemajuan Kabupaten Bekasi. “Saya juga memohon kepada para jemaah untuk mendoakan Kabupaten Bekasi agar diberikan kelancaran dalam pemerintahan dan menjadi daerah yang bangkit, maju, serta sejahtera,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bekasi, Hj. Tanti Da'wati, menjelaskan bahwa pemerintah terus memperkuat pelayanan bagi kelompok rentan, termasuk memberikan kesempatan bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas untuk didampingi oleh anggota keluarga. Menurutnya, pendamping dapat diberangkatkan apabila telah memiliki nomor porsi haji minimal lima tahun.

“Kami berupaya memberikan layanan terbaik. Lansia dan disabilitas bisa didampingi keluarga agar lebih tenang dan nyaman menjalani seluruh rangkaian ibadah,” ujarnya.

Selain itu, layanan fast track juga disiapkan untuk mempercepat proses pemeriksaan dokumen dan imigrasi, yang sangat membantu jemaah dengan keterbatasan fisik. Kementerian Agama pun menambah jumlah petugas perempuan guna memberikan pendampingan yang lebih optimal bagi jemaah perempuan.

Keempat petugas pendamping Kloter 26 mengemban tanggung jawab besar dalam memastikan kelancaran perjalanan ibadah. Ketua kloter bertugas mengoordinasikan administrasi dan perjalanan, pembimbing ibadah memastikan pelaksanaan manasik sesuai tuntunan, sementara dokter dan tenaga kesehatan bertanggung jawab memantau kondisi fisik jemaah di tengah suhu ekstrem Arab Saudi yang dapat mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.

Sebagai langkah antisipasi, para jemaah telah dibekali edukasi kesehatan sejak awal melalui pemeriksaan medis, latihan kebugaran, hingga manasik haji di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Jemaah juga diimbau untuk menjaga pola makan, memperbanyak konsumsi air putih, cukup beristirahat, serta mematuhi arahan petugas selama berada di Tanah Suci.

“Jangan terlalu banyak melakukan hal-hal yang tidak penting. Fokuslah pada pelaksanaan ibadah,” pesan Tanti. (jaw)