tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Wali Kota Bekasi Dorong Mahasiswa Kuasai AI dan Media Sosial untuk Raih Kesuksesan

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.
JATISAMPURNA – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menjadi pembicara utama dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh STIE Arlindo dengan tema "Beyond the Degree: Membangun Skill, Leadership, dan Networking untuk Kesuksesan Generasi Muda". Acara yang berlangsung di kampus STIE Arlindo, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, ini dihadiri oleh mahasiswa serta calon mahasiswa dari berbagai daerah.

Seminar nasional tersebut dirancang sebagai wadah bagi generasi muda untuk memperoleh motivasi sekaligus pemahaman mendalam tentang pentingnya pengembangan kompetensi di luar jalur pendidikan formal. Dalam paparannya, Tri Adhianto mengajak para mahasiswa untuk tidak sekadar mengejar gelar akademik, melainkan juga membekali diri dengan keterampilan praktis, kepemimpinan yang tangguh, kemampuan menjalin relasi, serta kesiapan menghadapi pesatnya perubahan teknologi.

Orang nomor satu di Kota Bekasi itu menegaskan bahwa masa perkuliahan sebaiknya diisi dengan beragam aktivitas positif. Menurutnya, dunia profesional dan kehidupan bermasyarakat saat ini menuntut generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga terampil berkomunikasi, bekerja dalam tim, mengambil inisiatif, dan peka terhadap dinamika zaman.

Salah satu poin menarik yang disoroti Tri adalah peran strategis media sosial. Ia membagikan pengalaman pribadinya dalam menggunakan berbagai platform digital sebagai saluran komunikasi langsung dengan warga.

"Setiap hari saya selalu memantau pesan-pesan yang masuk dari masyarakat melalui media sosial. Baik itu lewat Instagram, TikTok, Facebook, maupun platform lainnya. Bahkan tak jarang ada warga Kabupaten Bekasi yang menyampaikan pengaduan kepada saya karena mereka mengira daerahnya masih termasuk wilayah Kota Bekasi," ungkap Tri di hadapan para peserta.

Ia menilai media sosial kini telah bertransformasi menjadi ruang interaksi yang sangat dinamis. Masyarakat dapat dengan mudah menyampaikan informasi, masukan, hingga laporan secara langsung kepada pemerintah tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.

"Kadang ketika saya baru selesai menghadiri acara seperti ini dan masuk ke dalam mobil, pesan WhatsApp yang masuk sudah mencapai ribuan. Ini membuktikan betapa cepatnya masyarakat kini menyampaikan aspirasi dan informasi melalui teknologi," tambahnya.

Tri pun mengingatkan agar mahasiswa tidak sekadar menjadi konsumen digital, tetapi mampu memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk membangun citra diri positif, memperluas jaringan profesional, menyebarkan gagasan konstruktif, serta menciptakan karya-karya bermanfaat.

Selain media sosial, Tri juga menyoroti pentingnya penguasaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian tak terpisahkan dari revolusi teknologi yang akan terus memengaruhi lanskap pekerjaan dan kehidupan sosial.

"AI wajib kita pelajari. Bukan untuk menggantikan peran manusia, melainkan sebagai alat bantu yang bisa kita manfaatkan guna meningkatkan kapasitas dan produktivitas. Ini akan menjadi faktor penentu daya saing generasi ke depan," tegasnya.

Tri menilai tema "Beyond the Degree" sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda masa kini. Ia menjelaskan bahwa meskipun gelar akademik tetaplah penting, kesuksesan seseorang juga sangat ditentukan oleh kemampuan membangun keterampilan, kepemimpinan, jejaring, kreativitas, serta fleksibilitas dalam beradaptasi.

Di akhir sesi, Tri berharap mahasiswa STIE Arlindo mampu menjadi generasi yang berani bereksperimen, memiliki semangat belajar tanpa henti, dan cakap memanfaatkan kemajuan teknologi secara bijaksana.

"Jangan hanya menjadi pengguna teknologi. Jadilah generasi yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan inovasi, membuka peluang, dan memberikan dampak positif bagi sesama," pungkasnya. (arf)