![]() |
| Foto bersama pembukaan Kejuaraan Sepatu Roda Grand Wisata Inline Speed 2026. |
Kompetisi nasional ini diikuti oleh 1.615 peserta yang
berasal dari 13 provinsi di seluruh Indonesia. GWIS Open 2026 tidak hanya
menjadi ajang kompetisi, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembinaan
sekaligus pencarian bibit-bibit unggul atlet sepatu roda yang diharapkan mampu
berkompetisi di kancah regional, nasional, hingga internasional.
Dalam sambutannya, Asep Surya Atmaja memberikan apresiasi
tinggi terhadap terselenggaranya GWIS Open 2026. Menurutnya, kejuaraan ini
memiliki nilai lebih dari sekadar perebutan medali, karena menjadi wadah
strategis dalam membina atlet sejak usia dini.
"Kami sangat mengapresiasi gelaran kejuaraan nasional ini.
Kegiatan seperti ini bukan semata-mata kompetisi untuk merebut medali,
melainkan sarana pembinaan yang penting bagi lahirnya atlet-atlet sepatu roda
masa depan," ujar Asep.
Ia menambahkan bahwa pembinaan melalui kompetisi yang
terstruktur akan menghasilkan atlet yang tidak hanya unggul secara teknis,
tetapi juga menjunjung tinggi nilai sportivitas. Hal ini diharapkan dapat
melahirkan atlet-andalan yang kelak akan memperkuat kontingen Kabupaten Bekasi,
Jawa Barat, bahkan Indonesia di berbagai event olahraga.
"Kepada anak-anakku sekalian dan para peserta atlet
sepatu roda, tunjukkan kemampuan terbaik kalian. Bertandinglah dengan semangat
juang yang tinggi, junjung sportivitas, dan patuhi seluruh aturan yang
berlaku," pesannya.
Asep juga mengungkapkan bahwa dirinya telah beberapa kali
menyaksikan langsung sesi latihan para atlet di kawasan Grand Wisata.
Menurutnya, lonjakan antusiasme peserta dalam GWIS Open 2026 menjadi indikasi
bahwa olahraga sepatu roda memiliki prospek cerah untuk terus tumbuh di Kabupaten
Bekasi.
"Ini sudah keempat kalinya saya datang menyaksikan
latihan. Dan hari ini, pada GWIS Open 2026, jumlah peserta mencapai sekitar
1.600 orang. Antusiasmenya luar biasa. Tidak hanya dari Kabupaten Bekasi,
peserta datang dari 13 provinsi," ungkapnya.
Asep juga menyambut hangat kedatangan peserta dari berbagai
daerah yang menjadikan Kabupaten Bekasi sebagai tuan rumah. Ia menilai
kepercayaan yang diberikan untuk menyelenggarakan kejuaraan tingkat nasional
ini merupakan dampak positif bagi kemajuan olahraga di daerah.
"Kejuaraan seperti GWIS Open 2026 dapat menjadi bagian
dari rangkaian persiapan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) maupun
Pekan Olahraga Nasional (PON)," pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Perserosi,
Sandra Erawanto, menyampaikan bahwa GWIS Open 2026 mencatat rekor jumlah
peserta terbanyak dibandingkan kejuaraan sepatu roda sebelumnya.
Menurut Sandra, peningkatan jumlah peserta ini mencerminkan
semakin tingginya minat masyarakat terhadap olahraga sepatu roda, sekaligus
membuka peluang yang lebih luas untuk memperluas pembinaan atlet di berbagai
wilayah.
"Pesertanya mencapai 1.615 orang. Ini menjadi salah
satu rekor jumlah peserta terbanyak. Sebelumnya sekitar 1.400 peserta, tetapi
hari ini tembus 1.615 peserta," jelas Sandra.
Sandra juga berharap agar venue sepatu roda di Grand Wisata
terus dikembangkan hingga memenuhi standar internasional. Ia mengapresiasi
dukungan penuh dari Perserosi Kabupaten Bekasi, panitia penyelenggara, serta
jajaran Pengurus Besar Perserosi yang telah menyukseskan GWIS Open 2026.
"Kami berharap arena ini dapat ditingkatkan menjadi
venue berstandar dunia. Jika sudah berstandar dunia, kita akan lebih mudah
mengundang atlet-atlet mancanegara untuk datang dan bertanding di sini,"
tutupnya. (jaw)
.png)

%20Open%202026.jpg)