![]() |
| Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhammad Husni, usai mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR RI di Medan, Sumatra Utara, Sabtu (21/2/2026). |
Husni menilai, dari segi sumber daya manusia (SDM), masa
transisi ini berjalan mulus. Pasalnya, mayoritas pejabat dan staf di lingkungan
Kementerian Haji dan Umrah merupakan para personel yang telah lama malang
melintang dalam penanganan haji di Kementerian Agama.
"Jika kita bicara soal transisi dari Kemenag ke
Kementerian Haji, secara SDM saya kira tidak ada persoalan. Kita bisa
mencermati bahwa mereka yang kini mengemban tugas di Kementerian Haji adalah
figur-figur yang sebelumnya menangani urusan haji di Kemenag," ujarnya
saat ditemui usai mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR RI di Medan,
Sumatra Utara, pada Sabtu (21/2/2026).
Untuk membuktikan pernyataannya, legislator asal Fraksi
Partai Gerindra ini memberikan contoh di Sumatra Utara. Menurutnya, pimpinan
Kantor Wilayah yang kini membidangi urusan haji memiliki rekam jejak yang kuat
di sektor tersebut.
"Di Sumut, Kepala Kanwil-nya dulunya juga pernah
menjabat sebagai Kepala Bidang Haji di Kanwil Kemenag Sumut. Jadi, dari sisi
jam terbang dan kapabilitas, mereka sudah sangat mumpuni," tambahnya.
Tidak hanya kesiapan SDM, Husni juga menyoroti peningkatan
kualitas program pelatihan untuk para petugas haji. Ia mengungkapkan bahwa pada
tahun ini, masa pelatihan yang diberikan lebih panjang dan menyeluruh dibanding
periode-periode sebelumnya.
"Di tingkat nasional, para petugas haji menjalani
pendidikan dengan durasi yang lebih panjang supaya mereka benar-benar siap
siaga melayani jemaah di tahun 2026. Tidak ada lagi pelatihan kilat yang
sifatnya mendadak. Mereka digembleng dengan serius, baik dari segi pengetahuan,
kesiapan fisik, maupun mental," jelas Husni.
Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas pelatihan ini
sangat krusial demi memastikan layanan kepada jemaah berjalan lancar dan
maksimal. Hal ini juga sebagai langkah korektif atas temuan di masa lalu di
mana masih ada petugas yang belum optimal karena penunjukan yang mendadak.
"Dulu kita kerap mendengar adanya petugas yang dipilih
secara mendadak, sehingga layanan terhadap jemaah belum bisa optimal. Sekarang,
semuanya disiapkan dengan proses yang lebih matang," ungkapnya.
Dengan segala persiapan yang telah dilakukan, Muhammad Husni
pun menyuarakan optimisme bahwa pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 akan mampu
melampaui kualitas tahun-tahun sebelumnya.
"Kami tetap optimistis bahwa haji tahun 2026 akan berlangsung lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Semua unsur, mulai dari tatanan kelembagaan hingga kesiapan para petugas, telah kami persiapkan dengan sematang mungkin," tutupnya. (we/rdn)
.png)

