tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

DPR Optimis Transisi Haji 2026 ke Kemenhaj Tidak Timbulkan Masalah, Ini Kuncinya

Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhammad Husni, usai mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR RI di Medan, Sumatra Utara, Sabtu (21/2/2026).
NASIONAL – Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Muhammad Husni, menyatakan keyakinannya bahwa peralihan wewenang penyelenggaraan ibadah haji dari Kementerian Agama (Kemenag) kepada Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tidak akan berdampak negatif terhadap mutu layanan jemaah pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Husni menilai, dari segi sumber daya manusia (SDM), masa transisi ini berjalan mulus. Pasalnya, mayoritas pejabat dan staf di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah merupakan para personel yang telah lama malang melintang dalam penanganan haji di Kementerian Agama.

"Jika kita bicara soal transisi dari Kemenag ke Kementerian Haji, secara SDM saya kira tidak ada persoalan. Kita bisa mencermati bahwa mereka yang kini mengemban tugas di Kementerian Haji adalah figur-figur yang sebelumnya menangani urusan haji di Kemenag," ujarnya saat ditemui usai mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR RI di Medan, Sumatra Utara, pada Sabtu (21/2/2026).

Untuk membuktikan pernyataannya, legislator asal Fraksi Partai Gerindra ini memberikan contoh di Sumatra Utara. Menurutnya, pimpinan Kantor Wilayah yang kini membidangi urusan haji memiliki rekam jejak yang kuat di sektor tersebut.

"Di Sumut, Kepala Kanwil-nya dulunya juga pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Haji di Kanwil Kemenag Sumut. Jadi, dari sisi jam terbang dan kapabilitas, mereka sudah sangat mumpuni," tambahnya.

Tidak hanya kesiapan SDM, Husni juga menyoroti peningkatan kualitas program pelatihan untuk para petugas haji. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun ini, masa pelatihan yang diberikan lebih panjang dan menyeluruh dibanding periode-periode sebelumnya.

"Di tingkat nasional, para petugas haji menjalani pendidikan dengan durasi yang lebih panjang supaya mereka benar-benar siap siaga melayani jemaah di tahun 2026. Tidak ada lagi pelatihan kilat yang sifatnya mendadak. Mereka digembleng dengan serius, baik dari segi pengetahuan, kesiapan fisik, maupun mental," jelas Husni.

Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas pelatihan ini sangat krusial demi memastikan layanan kepada jemaah berjalan lancar dan maksimal. Hal ini juga sebagai langkah korektif atas temuan di masa lalu di mana masih ada petugas yang belum optimal karena penunjukan yang mendadak.

"Dulu kita kerap mendengar adanya petugas yang dipilih secara mendadak, sehingga layanan terhadap jemaah belum bisa optimal. Sekarang, semuanya disiapkan dengan proses yang lebih matang," ungkapnya.

Dengan segala persiapan yang telah dilakukan, Muhammad Husni pun menyuarakan optimisme bahwa pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 akan mampu melampaui kualitas tahun-tahun sebelumnya.

"Kami tetap optimistis bahwa haji tahun 2026 akan berlangsung lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Semua unsur, mulai dari tatanan kelembagaan hingga kesiapan para petugas, telah kami persiapkan dengan sematang mungkin," tutupnya. (we/rdn)