tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Dewan PDIP Soroti Standar Keselamatan TPST Bantargebang Pasca Peristiwa Longsor

 

Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton (tengah), di sela kunjungan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ke TPST Bantargebang.
BANTARGEBANG – Insiden tanah longsor yang terjadi di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang mengakibatkan empat orang meninggal dunia. Musibah tersebut kini menjadi sorotan tajam Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi.

Anton, anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas tragedi nahas itu pada Senin (9/3/2026). "Kejadian ini jelas menyisakan duka yang mendalam bagi kita semua, terlebih lagi bagi keluarga korban," ungkapnya.

Politisi PDI Perjuangan tersebut menegaskan bahwa pihaknya bakal mengawal langkah pemerintah kota bersama instansi terkait untuk mengkaji ulang secara menyeluruh sistem manajemen operasional serta aspek keselamatan di TPST Bantargebang. Menurut Anton, jaminan keamanan bagi para petugas, pemulung, dan warga di sekitar area tersebut adalah hal yang tidak bisa ditawar.

Tak hanya itu, ia juga meminta agar proses penanganan korban dipercepat, termasuk distribusi bantuan bagi keluarga yang ditinggalkan. "Insiden ini harus menjadi alarm keras. Pengelolaan sampah dan kondisi lingkungan di TPST harus mengedepankan standar keselamatan yang jauh lebih ketat," tegasnya.

Lebih jauh, Anton menggarisbawahi urgensi merealisasikan Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Ia meyakini proyek tersebut merupakan solusi fundamental untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. "Saya sangat berharap pembangunan Proyek PSEL dapat segera terwujud, agar musibah seperti ini tidak perlu terjadi lagi," pungkasnya. (Ads)