![]() |
| Mahasiswa menyampaikan aspirasinya di depan Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, Selasa (10/3/2026). |
Dalam pertemuan tersebut, Sardi menantang para mahasiswa untuk menunjukkan secara spesifik polder air yang dinilai tidak efektif mengatasi banjir di wilayah kota berjuluk Kota Patriot.
"Tunjukkan, polder air mana yang tidak efektif menjadi solusi banjir, dan daerah mana yang banjir, silahkan juga dilaporkan," ujar Sardi di hadapan para mahasiswa.
Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi aspirasi mahasiswa yang menyoroti persoalan banjir di Kota Bekasi. Dalam aksinya, mahasiswa Ubhara menyuarakan pentingnya kajian lingkungan dalam setiap pembangunan infrastruktur pengendali banjir.
Mahasiswa juga menyampaikan bahwa pembangunan polder air harus dilandasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang komprehensif.
"Polder air harus berdasarkan AMDAL. Tidak ada pembangunan yang berdasarkan AMDAL. AMDAL saja tidak bisa, mau bagaimana pejabat kita ini, kota Bekasi belum keren. Kenapa bisa banjir padahal ada AMDAL," tegasnya.
Para mahasiswa juga meminta agar seluruh aspirasi mereka dapat diterima dan ditindaklanjuti oleh DPRD Kota Bekasi. "Aspirasi kami tolong diterima dengan baik dan didengarkan pak," imbuhnya.
Audiensi berlangsung tertib dengan dialog interaktif antara mahasiswa dan pimpinan DPRD. Sardi Efendi berjanji akan menindaklanjuti laporan dan data pendukung dari mahasiswa terkait ketidakefektifan polder di sejumlah titik rawan banjir. (Ads)
.png)

