![]() |
| Jalinan kerjasama antara PDAM Tirta Patriot dan Baznas Kota Bekasi. |
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini
dihadiri langsung oleh Direktur Utama PDAM Tirta Patriot, Ali Imam Faryadi,
bersama Sekretaris Perusahaan serta jajaran pejabat struktural PDAM. Delegasi
Baznas Kota Bekasi pun turut hadir membahas penguatan kolaborasi pengelolaan
dana sosial keagamaan di internal perusahaan.
Ali Imam Faryadi, selaku pucuk pimpinan PDAM Tirta Patriot,
menyampaikan kesediaannya untuk bersinergi dengan Baznas Kota Bekasi dalam
mengoptimalkan pengumpulan dana ZIS. Menurutnya, kerja sama ini bukan hanya menguntungkan
perusahaan, tetapi juga mendatangkan kebaikan bagi publik secara luas.
"Kami sangat mengapresiasi dan menyambut positif
sinergi ini. Kolaborasi semacam ini memiliki nilai strategis untuk kemaslahatan
umat. Semoga langkah ini membawa berkah bagi PDAM Tirta Patriot dan seluruh
warga Kota Bekasi," tutur Ali Imam Faryadi.
Komitmen nyata pun ditunjukkan dengan memberi ruang bagi
Baznas untuk menghimpun infak langsung melalui program "Rabu
Bersedekah", yang diwujudkan dengan penempatan kotak infak di lingkungan
kantor PDAM. Imam menegaskan, demi keterbukaan dan pertanggungjawaban, setiap
kotak infak akan diterapkan sistem dua kunci.
"Nantinya kotak infak yang disediakan memiliki dua
kunci. Satu dipegang oleh Baznas, satu lagi oleh pihak PDAM. Ini menjamin
transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana," jelas pria yang
akrab disapa Aweng.
Sementara itu, Wakil Ketua I Baznas Kota Bekasi yang
membidangi Pengumpulan dan Sosialisasi mengucapkan terima kasih atas sambutan
hangat dari jajaran direksi PDAM Tirta Patriot. Ia menilai, pengaktifan kembali
UPZ menjadi momentum penting untuk memudahkan para direksi dan sekitar 700
karyawan dalam menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi bentukan pemerintah.
"Kami bersyukur mendapat lampu hijau dari PDAM Tirta
Patriot untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah dari seluruh elemen
perusahaan. Dana yang terkumpul dari masyarakat akan kembali disalurkan untuk
masyarakat melalui program-program pemberdayaan, pendidikan, kesehatan,
kemanusiaan, dan sosial yang dikelola Baznas," paparnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Baznas adalah institusi
resmi yang diberi mandat pemerintah untuk menggali potensi zakat di Kota Bekasi
secara profesional, terbuka, dan akuntabel. Dengan jumlah karyawan mencapai 700
orang, Baznas optimistis potensi ZIS dari PDAM Tirta Patriot cukup besar untuk
memperluas cakupan bantuan bagi kaum dhuafa.
"Semakin besar dana yang terhimpun, semakin luas pula
jangkauan manfaat bagi para mustahik. Ini semangat kami: bergerak bersama dan
memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga Bekasi," imbuhnya.
Silaturahmi dengan PDAM Tirta Patriot menjadi langkah
perdana Baznas Kota Bekasi pada masa kepengurusan saat ini dalam membangun
kemitraan strategis dengan BUMD milik Pemerintah Kota Bekasi. Ke depan, Baznas
berharap perusahaan daerah lain seperti BPRS juga turut bersinergi untuk
meningkatkan pengumpulan ZIS.
"Dengan penguatan UPZ di lingkungan BUMD, kami berharap
potensi zakat di Kota Bekasi dapat tergali optimal. Ini akan memperkuat program
pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi umat, pendidikan, kesehatan, dan
bantuan kemanusiaan," pungkasnya. (jaw)
.png)

