tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Prestasi Atlet Bekasi Kian Moncer, Disbudpora Genjot Pembinaan dan Apresiasi

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha bersama Nazifa Putri Aurelia (15) yang berhasil meraih medali emas kempo pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XIV Jawa Barat 2025.
CIKARANG PUSAT – Dunia olahraga Kabupaten Bekasi kian moncer sepanjang tahun 2025. Tak hanya di kancah pelajar tingkat Provinsi Jawa Barat, para atlet daerah juga berhasil menorehkan prestasi gemilang di ajang nasional hingga festival olahraga masyarakat.

Menyikapi capaian membanggakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) terus memberikan perhatian serius. Salah satunya dengan menyiapkan bonus bagi para atlet berprestasi sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan mereka mengharumkan nama daerah.

Kepala Disbudpora Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha, mengungkapkan bahwa peningkatan kualitas atlet merupakan buah dari pembinaan berkelanjutan yang dilakukan melalui partisipasi aktif dalam berbagai kompetisi.

Sepanjang 2025, kontingen Kabupaten Bekasi telah mengikuti lima ajang penting, yaitu Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Barat 2025, Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2025, Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) Jawa Barat 2025, Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS) 2025, serta Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) di Nusa Tenggara Barat 2025.

"Event-event ini menjadi ajang uji kemampuan sekaligus tolok ukur keberhasilan pembinaan yang kami lakukan dari tingkat lokal hingga nasional," jelas Iman.

Menurutnya, pihaknya terus mendorong para atlet agar semakin berprestasi melalui program pembinaan dan keikutsertaan di berbagai kejuaraan.

Pemkab Bekasi pun menyiapkan paket apresiasi bagi para atlet yang telah berjasa. Hanya saja, realisasi bonus tersebut masih menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.

"Kami pastikan bonus tetap ada, hanya memang ada penyesuaian realisasi terkait ketersediaan anggaran," ujar Iman.

Pemerintah daerah disebut tengah melakukan optimalisasi anggaran dengan meninjau ulang sejumlah kegiatan yang tidak terlaksana.

Penyaluran bonus bagi atlet dan penggiat olahraga dari 5 event tersebut ditargetkan masuk dalam anggaran perubahan 2026. Dipastikan akan cair pada November atau Desember 2026 setelah seluruh proses administrasi dan penganggaran rampung sesuai aturan.

"Insyaallah penyalurannya November atau Desember 2026," tambahnya.

Iman menegaskan bonus merupakan bentuk penghargaan pemerintah atas perjuangan atlet yang telah membawa nama Kabupaten Bekasi, baik saat mewakili daerah sendiri maupun memperkuat kontingen Jawa Barat di level nasional.

"Proses penganggaran terus kami matangkan agar bonus dapat tersalurkan tepat waktu dan sesuai mekanisme," katanya.

Yang menarik, Iman menjamin proses penyaluran bonus dilakukan secara langsung dan transparan melalui transfer ke rekening masing-masing penerima.

"Selama ini tidak pernah ada pemotongan satu rupiah pun dari pihak dinas. Bonus diberikan utuh kepada penerima," tegasnya.

Di luar persoalan bonus, Disbudpora tetap fokus pada pembinaan atlet jangka panjang melalui kompetisi dan kejuaraan sebagai kunci keberlanjutan prestasi.

Iman optimistis, semakin banyak ruang kompetisi, semakin besar pengalaman dan peluang atlet mengasah kemampuan hingga mampu bersaing di level lebih tinggi.

Dengan partisipasi pada POPDA Jabar 2025, POPNAS 2025, PEPARPEDA Jabar 2025, PEPARPENAS 2025, hingga FORNAS NTB 2025, Kabupaten Bekasi berharap mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang siap berprestasi dan terus membanggakan daerah.

"Pembinaan dan prestasi atlet adalah prioritas kami. Kami ingin atlet Kabupaten Bekasi terus melesat dan memberikan yang terbaik di setiap ajang," pungkas Iman. (jaw)