![]() |
| Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto (kanan) saat melakukan peninjauan di Pasar Baru. |
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Tri Adhianto menyoroti
sejumlah titik krusial, seperti penataan kabel listrik di area depan pasar yang
masih terkesan kusut, rencana pembangunan lift di sisi barat dan timur, serta
revitalisasi lantai dasar (basement) yang selama ini difungsikan sebagai
pusat aktivitas dagang.
Khusus untuk area basement, pemerintah berencana
melakukan pengecatan ulang dan penataan ulang kios-kios pedagang guna
menciptakan suasana yang lebih tertib, higienis, dan nyaman. Wali Kota
menargetkan seluruh pekerjaan di bagian tersebut dapat tuntas dalam waktu
sekitar dua minggu ke depan.
PT Mitra Patriot (PTMP) selaku mitra pelaksana menyatakan
kesiapan penuh untuk merealisasikan program ini, dengan dukungan teknis dari
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi. Sinergi
antarinstansi ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas sarana dan
prasarana, sehingga Pasar Baru dapat memberikan layanan optimal bagi pedagang
maupun pengunjung.
Tri Adhianto menegaskan bahwa proses pembenahan pasar tidak
bersifat instan, melainkan dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan.
Menurutnya, perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada aspek fisik bangunan,
tetapi juga pada kenyamanan fungsional yang dirasakan langsung oleh
masyarakat.
“Kita perbaiki sedikit demi sedikit, yang terpenting ada
proses dan kemajuan yang terlihat. Mulai dari kabel, fasilitas umum, hingga
tata letak lapak, semua harus kita tertibkan agar Pasar Baru layak, aman, dan
nyaman untuk semua,” ujar Tri di sela-sela peninjauan.
Orang nomor satu di Pemkot Bekasi itu juga berkomitmen untuk
terus memonitor setiap tahap perbaikan yang tengah berjalan di berbagai wilayah
kota, tak terkecuali Pasar Baru. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap upaya
pembenahan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kehidupan ekonomi
warga.
“Kami ingin Pasar Baru kembali menjadi salah satu episentrum
kegiatan ekonomi rakyat. Setelah fasilitasnya membaik, langkah selanjutnya
adalah mendongkrak volume pengunjung dan pembeli, supaya omzet pedagang
meningkat dan kesejahteraan mereka ikut terangkat,” tambahnya.
Revitalisasi Pasar Baru tidak hanya berhenti pada perbaikan
struktur bangunan. Pemkot Bekasi juga terus menggagas berbagai strategi inovatif
untuk memperkuat daya saing pasar tradisional ini, agar aktivitas jual-beli di
dalamnya kian bergairah dan berkelanjutan.
Dengan tatanan fasilitas yang makin rapi, lingkungan pasar
yang bersih dan asri, serta antusiasme masyarakat yang terus tumbuh, Pasar Baru
diharapkan menjelma menjadi motor penggerak perekonomian sekaligus penopang
kesejahteraan para pedagang di Kota Bekasi. (Arf)
.png)

