![]() |
| Direktur Utama Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi, Ali Imam Faryadi. |
Peluncuran
program anyar ini dirangkaikan dengan berbagai kegiatan menyambut Hari Jadi
Kota Bekasi ke-29 yang akan diperingati pada 10 Maret mendatang. Acara tersebut
juga diisi dengan sosialisasi yang melibatkan jajaran Kejaksaan, pemberian
santunan kepada anak yatim, serta acara buka puasa bersama.
Direktur Utama
Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi, Ali Imam Faryadi, memaparkan bahwa FKRW
merupakan sebuah inovasi layanan berbasis aplikasi digital yang dibentuk di
setiap RW yang menjadi wilayah cakupan pelanggan. Dalam sistem ini, setiap
kelurahan nantinya memiliki grup khusus yang menghubungkan warga, pengurus RW,
petugas teknis di lapangan, hingga jajaran manajemen zona.
"Forum RW
ini kami dirikan di lingkungan yang terdapat pelanggan kami. Nantinya, setiap
grup mewakili satu kelurahan yang berisi beberapa RW, lengkap dengan petugas
zona, bagian meter air, hingga petugas pengaliran. Semua terintegrasi di grup
itu," jelas Ali usai acara.
Mekanisme
pengaduan pun dipermudah. Pelanggan cukup menyampaikan keluhan kepada pengurus
RW setempat, yang kemudian langsung diteruskan ke dalam grup aplikasi. Petugas
meter air yang bertanggung jawab di zona tersebut wajib merespons dengan cepat
dan turun ke lokasi. Sesuai prosedur, penanganan awal wajib dilakukan maksimal tiga
jam setelah laporan masuk.
"Standar
Operasional Prosedur (SOP)-nya sudah saya tetapkan. Paling lambat tiga jam,
petugas meter air sudah harus melakukan peninjauan di lapangan," tegas
Ali.
Transparansi
menjadi prioritas dalam forum ini. Setiap langkah penanganan, mulai dari
kedatangan petugas hingga hasil perbaikan, wajib diabadikan dalam bentuk foto
dan diunggah langsung ke grup. Dengan demikian, pengurus RW dan warga dapat
memantau perkembangan penanganan secara langsung.
"Petugas
berkewajiban mengunggah bukti kehadiran saat di lokasi, lalu melaporkan apakah
kendala bisa diatasi saat itu juga atau memerlukan waktu. Ini tentang
kepastian. Warga butuh kejelasan kapan gangguan akan ditangani," imbuhnya.
Apabila masalah
yang ditemukan berskala lebih besar, seperti gangguan pada jaringan distribusi
utama (zoning), penanganan akan diteruskan kepada asisten manajer pengaliran.
Sistem ini dirancang untuk memastikan setiap laporan memiliki penanggung jawab
yang jelas dan tidak ada pengaduan yang terabaikan.
Ali Imam
menyebutkan, sekitar 180 RW telah dipetakan dan siap mengimplementasikan sistem
FKRW pada tahap perdana ini. Saat ini, forum tersebut masih menggunakan nama
sementara 'Forum Komunikasi Air Bersih Pelanggan' sembari menunggu penetapan
nama resmi aplikasi.
"Baru kita
luncurkan hari ini, nama aplikasinya masih dalam proses. Untuk sementara kita
pakai nama Forum Komunikasi Air Bersih Pelanggan dulu," ungkapnya.
Di momen yang
sama, Tirta Patriot turut mensosialisasikan program pemasangan sambungan baru
yang dibebaskan dari biaya mulai tahun 2026. Kebijakan ini juga berlaku bagi
pelanggan lama yang ingin mengaktifkan kembali sambungan air bersihnya.
Ali menambahkan,
bagi pelanggan yang masih memiliki tunggakan, keringanan diberikan dengan
penghapusan denda. Mereka cukup melunasi pokok tagihan yang belum dibayar.
"Kami
sengaja menggulirkan program gratis ini agar para pengurus RW bisa
menyebarluaskan informasinya ke masyarakat. Jika ada warga yang ingin memasang
baru atau menyambung kembali, cukup bayar pokok utangnya saja, dendanya kami
hapus," tutup pria yang akrab disapa Aweng. (Arf)
.png)
