![]() |
| Ilustrasi pengendara sepeda motor Honda PCX 160. |
Peristiwa nahas itu terjadi saat korban baru saja selesai mengikuti
latihan beladiri di Camp Dragon, yang lokasinya berdekatan dengan kantor KONI
dan tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Namun, perjalanan pulangnya
harus berakhir tragis ketika dua pelaku yang mengendarai satu sepeda motor
memepet kendaraannya.
Mansur (45), ayah dari korban, menceritakan kronologi
kejadian yang dialami putranya dengan nada cemas. Menurutnya, pelaku langsung
mengeluarkan senjata tajam dan mengancam MTFM.
"Karena anak saya takut diancam senjata tajam, maka ia
memberikan kunci sepeda motor dan pelaku langsung kabur," ujar Mansur saat
ditemui media pada Rabu (22/7/2026).
Kejadian ini menyisakan trauma mendalam bagi korban yang
masih di bawah umur. Namun, dengan didampingi orang tua, MTFM telah melaporkan
peristiwa ini ke Polres Metro Bekasi Kota untuk dilakukan penyelidikan lebih
lanjut.
Aksi ini menjadi sorotan mengingat Polres Metro Bekasi Kota
baru saja mengumumkan hasil Operasi Berantas Jaya 2026 pada pekan lalu .
Dalam operasi yang berlangsung dari 4 hingga 18 Juli tersebut, polisi
mengungkap 77 kasus kejahatan dan mengamankan 69 pelaku, dengan Bekasi Selatan
menjadi salah satu wilayah dengan jumlah Tempat Kejadian Perkara (TKP)
terbanyak .
Ironisnya, pengungkapan kasus dan penangkapan puluhan pelaku
(18 di antaranya merupakan residivis) seolah tidak membuat para pelaku
kejahatan jera . Kasus ini terjadi hanya beberapa hari setelah aparat
kepolisian merilis keberhasilan operasi tersebut, menunjukkan bahwa kejahatan
jalanan masih menjadi momok yang sulit dihilangkan di Kota Bekasi.
Hingga berita ini diturunkan, Satuan Reserse Kriminal (Sat
Reskrim) Polres Metro Bekasi Kota belum mengeluarkan keterangan resmi terkait
perkembangan penyidikan kasus ini. Belum diketahui apakah ada keterkaitan
dengan jaringan pelaku yang sebelumnya telah ditangkap atau merupakan kelompok
baru yang beraksi.
Korban dan keluarga besarnya berharap polisi segera dapat
mengungkap pelaku dan memberikan rasa aman bagi warga, terutama bagi anak-anak
yang harus beraktivitas di malam hari. Masyarakat pun diimbau untuk
meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan
di lingkungan sekitar. (arf)
.png)

