![]() |
| Simulasi Penanganan Bencana Massal oleh UPTD PSC 119. |
Langkah strategis ini direalisasikan dengan menggelar
Simulasi Penanganan Bencana Massal yang menyasar insiden kecelakaan. Kegiatan
yang berlangsung di Aula PSC 119, Jalan Kaliandra Delta Silicon 2, Desa Cicau,
Kecamatan Cikarang Pusat, pada Kamis (16/07/2026) itu melibatkan sekitar 80
partisipan yang terdiri dari sukarelawan ambulans, tenaga medis, dan mitra penunjang
layanan darurat. Adapun fasilitator dan narasumber didatangkan dari Pusat
Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (PK3D) Dinas Kesehatan DKI Jakarta
serta perwakilan BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan materi terkait skema
penjaminan bagi korban kecelakaan lalu lintas.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Arief Kurnia,
menyampaikan bahwa simulasi ini merupakan bagian dari program peningkatan
kapasitas sumber daya manusia di lingkungan PSC 119. Tujuannya agar seluruh
personel makin tanggap dalam merespons beragam situasi darurat, terutama
peristiwa dengan jumlah korban massal seperti kecelakaan beruntun atau musibah
kebakaran di kawasan pabrik.
"Kami menggelar simulasi kebencanaan massal ini guna
membekali personel PSC 119 dan para relawan ambulans. Ketika kejadian kritis
benar-benar terjadi, seluruh petugas sudah paham betul akan posisi serta
tanggung jawab mereka masing-masing," tutur dr. Arief.
Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa skenario latihan
mencakup alokasi peran di lapangan, mulai dari sopir ambulans, tenaga
kesehatan, hingga pelaksanaan triase untuk menentukan skala prioritas dalam
evakuasi pasien.
"Dokter, perawat, maupun pengemudi ambulans wajib
menguasai fungsi masing-masing. Dengan demikian, penanganan terhadap para
korban bisa berlangsung cepat, akurat, dan sesuai skala prioritas,"
imbuhnya.
Lebih lanjut, dr. Arief menegaskan bahwa penguatan
kompetensi para petugas akan selalu dibarengi dengan peningkatan fasilitas
penunjang PSC 119. Saat ini, layanan tersebut mengandalkan tiga unit kendaraan
ambulans, yang terdiri dari dua tipe transportasi dan satu unit untuk kasus
gawat darurat.
"Ke depannya, kami akan terus menambah jumlah armada
agar pelayanan PSC 119 bisa berjalan lebih maksimal dan mampu memenuhi
kebutuhan warga yang kian meningkat," ungkapnya.
Di samping itu, Dinas Kesehatan turut mengajak masyarakat
agar memanfaatkan layanan tanggap darurat melalui saluran Call Center 119
ataupun aplikasi Tombol Sirine Kabupaten Bekasi yang terintegrasi langsung
dengan pusat kendali PSC 119.
"Kami menghimbau warga untuk mengunduh aplikasi Tombol
Sirine. Saat menghadapi kondisi darurat, cukup dengan menekan tombol tersebut,
maka tim kami akan segera mengirimkan bantuan ke titik lokasi kejadian,"
terangnya.
Sementara itu, Kepala UPTD PSC 119 Kabupaten Bekasi, Nalin
Suhendrik, mengungkapkan bahwa keterlibatan 80 sukarelawan ambulans dalam
kegiatan ini menjadi aset penting bagi penguatan jaringan layanan
kegawatdaruratan di Kabupaten Bekasi.
"Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi
para sukarelawan dan personel PSC 119 agar lebih cakap dalam menangani bencana
dengan korban massal. Semakin ahli para petugas, semakin cepat pula pertolongan
yang sampai ke masyarakat," ujarnya.
Ia juga memaparkan bahwa mekanisme penanganan darurat
mengacu pada Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) yang
menyambungkan PSC 119 dengan berbagai rumah sakit, puskesmas, dan relawan di
seluruh penjuru Kabupaten Bekasi.
"Ketika ada laporan masuk, kami akan mengirimkan
ambulans terdekat dari lokasi pasien. Dengan skema ini, waktu respons menjadi
lebih singkat dan peluang keselamatan korban dapat ditingkatkan secara
signifikan," jelas Nalin.
Di akhir pernyataannya, Nalin menambahkan bahwa seiring
dengan luasnya cakupan wilayah dan pertumbuhan jumlah penduduk Kabupaten
Bekasi, PSC 119 masih membutuhkan penguatan lebih lanjut, terutama dari sisi
tenaga medis spesialis serta penambahan armada agar jangkauan layanan dapat
semakin merata dan optimal.
"Kami berharap penguatan kualitas SDM, sarana
prasarana, dan kolaborasi dengan para relawan terus berjalan. Dengan begitu,
PSC 119 akan semakin mantap dalam memberikan layanan kegawatdaruratan yang
sigap, profesional, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat,"
pungkasnya. (jaw)
.png)

